Langsung ke konten utama

CERITA YANG TELAH USAI

 Perasaanku padamu tak mengenal kadaluwarsa, tapi bagaimana dengan cerita kita?

            Sebuah cerita indah pernah terukir di antara kita berdua. Komponen cerita indah tidak hanya selalu manis, tentu ada unsur pahit juga di dalamnya. Semua kenangan tentangmu masih tersimpan rapi di hatiku. Kamu adalah salah satu kenangan yang akan selalu membekas, karena memberiku pelajaran tentang menghargai sekaligus bersyukur. Menghargai apa yang dimiliki sekaligus bersyukur pernah menjadi bagian cerita dalam hidupmu. Kita tidak akan pernah tau kapan kita akan berpisah dengan apa yang kita miliki saat ini.

            Menjalin sebuah cerita denganmu banyak memberiku pengalaman baru; menyusuri ombak yang biru, melakukan perjalanan yang panjang, melihat aneka budaya yang beragam, menaiki wahana di taman bermain yang menyenangkan, hingga mengunjungi beberapa tempat berhantu. Surabaya, Yogyakarta, Madura, Pasuruan, Tretes, Malang, hingga Bali pernah kita telusuri bersama. Aku paling ingat ketika kita berdua mencari buku-buku skripsi di tengah terik sinar mentari! Lelah dan panas kala itu, terbayar lunas dengan senyuman akan perjuangan yang telah berhasil kita lalui bersama.

            Namun, semua cerita tidak selalu memiliki akhir yang bahagia, bukan? Begitu pula dengan cerita kita. Sebuah akhir yang tak pernah kuharapkan, kupikir kita bisa berjalan berdampingan selamanya, namun takdir berkata lain. Kini, kau dengannya dan aku pun punya cerita baru. Walaupun kita telah memilih jalan masing-masing, tapi biarkan kugenggam cerita kita yang telah usai. Terima kasih untuk cerita kita yang pernah ada. (cyn)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROLOG

  Holaaaa! Salam kenal namaku Nanda! Selamat menikmati beberapa tulisanku yaa. Semoga suka dengan berbagai “sampah” yang aku curahkan dalam bentuk tulisan di blog pribadiku (a.k.a diary ) ini. Semoga bagi kalian yang pernah atau sedang berada di fase yang aku alami, ketika membaca tulisanku akan merasa bahwa “kalian tidak sendiri”. Berbagai macam komentar, keluh kesah, maupun kisah pribadi kalian juga dapat dicurahkan melalui emailku di nanda.cynthia24@gmail.com ya. Jangan ragu untuk berbagi kisah, wahai para sahabat pena-ku!

HAPPY BIRTHDAY, MASA LALU!

Hai, masa lalu! Bagaimana kabarmu? Apakah ulang tahunmu berjalan dengan bahagia tanpaku?             Tanpa terasa hari ini kembali lagi pada tanggal dimana kamu pertama kali menangis saat hadir di dunia. Hari dimana pada umumnya sebagian orang akan merasa bahagia karena masih memiliki kesempatan untuk bernafas dan menjalani kehidupan. Hari dimana sebagian orang akan mendapatkan surprise , ucapan, hingga hadiah. Tepat setahun yang lalu, saat kamu merasakan moment bahagia tersebut, aku masih berada di sampingmu. Bahkan, aku yang merencanakan dan menyiapkan semuanya bersama teman-temanmu. Aku yang memiliki ide untuk membuat acara ini terasa lebih hidup yang bertujuan membuatmu tersenyum lebar. Karena sesungguhnya bagiku, ulang tahun merupakan moment yang sedih, berkurang satu tahun umurku di dunia ini yang entah sampai kapan aku bisa bertahan hidup. Usia, penyakit, jodoh, dan maut tidak ada seorang pun yang tau . Maka dari itu, a...

CINTA KAU DAN DIA

  Bagaimana rasanya mencintai dua orang dalam satu waktu? Hati bisa menentukan kemana ia akan berlabuh. Tapi, bagaimana apabila hati masih bingung menentukan tujuannya? Ada dua dermaga yang dituju, masing-masing dermaga memiliki kelebihan dan kekurangan. Manakah dermaga yang harus dipilih? Ikuti hati nuranimu, kemana radar perasaan akan membawamu melangkah. Mempertahankan sebuah hubungan bukanlah hal yang mudah, apalagi ketika godaan dari masa lalu datang. Masa lalu yang seharusnya sudah dilupakan. Namun, bagaimana cara melupakan kalau ia adalah salah satu sosok yang “pernah” menjadi pribadi yang paling berharga dalam hidupmu? Pribadi yang memiliki banyak kenangan, cerita, tawa, hingga tangis. Kehadiranmu kembali membawaku mengingat masa lalu kita yang pernah menjadi salah satu rangkaian cerita terindah dalam hidupku. Aku tidak dapat melepaskanmu, di sisi lain aku juga tidak dapat meninggalkannya. Di saat masa-masa sulitku untuk melupakanmu, ia datang memberiku secercah harap...